Minggu, 01 Februari 2009

Mobil F1 Toyota dan Williams Tidak Sesuai Regulasi

JAKARTA, 1 Februari 2009




Toyota TF109 saat uji coba di sirkuit Portimao, Portugal. Bagian belakangnya ilegal


Regulasi baru yang dikeluarkan FIA, di antaranya pemakaian ban jenis slick kembali dan mengurangi downforce dan meningkatkan kecepatan pada tikungan, mulai menuai protes. Karena sejumlah tim coba melanggar aturan itu dan ini biasa di F1. Sebelum lomba dimulai, tim mencoba bagian tertentu dari mobil yang tidak sesuai dengan peraturan.

Jika sebelumnya Ferrari dituding menggunakan sistem knalpot ilegal, kini giliran kubu Williams dan Toyota mendapat sorotan. Terutama pada bagian diffuser yang desainnya sangat radikal sekali.

Hal ini terungkap ketika kedua tim melakukan uji coba di sirkuit Portimao, Portugal beberapa minggu lalu. Paling ekstrem justru punya Williams yang rancangannya model "double decker". Sedang Toyota hanya bagian tengah, namun ditegaskan kemudian juga sama dengan Williams.

Direktur tekni kedua tim ketika di Portimao menegaskan kalau desain diffuser mereka tidak melanggar regulasi. Memang, dengan adanya regulasi baru ini, daya cengkeram mobil berkurang sampai 50%. Mau tak mau, tim bekerja keras untuk mendapatkannya kembali dengan berbagai ubahan. Termasuk bagian belakang seperti rancangan diffuser.

Aturan baru diffuser dari FIA, yakni panjang 350 mm, tinggi 175 mm dan luasnya 1.000 mm seperti yang terdapat pada McLaren MP4-24. Sementara pada Toyota, sisi kiri dan kanan diffuser sudah mengikuti aturan, hanya bagian tengahnya lebih tinggi sampai 225 mm yang cukup berpengaruh mendapatkan daya cengkeram buat belakang. Sedang Williams masih mengandalkan model lama.

FIA sendiri tidak akan mengganggu tim-tim yang sedang melakukan uji coba. Termasuk soal regulasi, badan dunia sport otomotif itu tidak membatasi regulasi, tapi ketika berlomba semua harus sesuai peraturan.

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Mercedes Sports Car. Powered by Blogger