Rabu, 04 Februari 2009

Kehilangan Banyak Poin di Kandang, Arema Revisi Target

MALANG, 5 Februari 2009



Foto : Pemain Arema Malang, Ranu Tri Sasongko (atas), berusaha menghindari terjangan pemain Persik Kediri, Kusnul Yuli, pada laga Liga Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur,


Arema Malang terpaksa merevisi targetnya di pentas Liga Super Indonesia (LSI) musim 2008/09. Hal ini dilakukan menyusul hasil pertandingan yang kurang memuaskan, baik di laga kandang maupun tandang.

Awalnya, tim berjuluk "Singo Edan" tersebut mematok gelar juara. Namun dengan raihan poin yang tidak maksimal, mereka mulai realistis dan berusaha untuk tampil semaksimal mungkin.

Asisten manajer Arema M Taufan mengakui, target juara yang dicanangkan pada awal kompetisi semakin menjauh. Karena itu, Arema akan berbuat yang terbaik untuk tim dan warga Malang.

Pernyataan itu muncul setelah Arema gagal meraih poin saat menjamu Persik Kediri. Dalam pertandingan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Senin (2/2) lalu, Arema menyerah 0-1.

"Arema sangat membutuhkan tambahan poin dan memasang target untuk menyapu bersih partai kandang. Tetapi kekalahan itu membuat semuanya meleset," ungkap Taufan.

Di putaran kedua LSI ini, Arema masih menyisakan delapan partai kandang. Namun, perjuangan tim besutan Gusnul Yakin ini dipastikan berat karena harus menjamu tim-tim tangguh seperti Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persijap Jepara, Persib Bandung, Persela Lamongan, Persija Jakarta, Persita Tangerang serta Persitara Jakarta Utara.

Pada putaran pertama, Arema sudah kehilangan poin absolutnya ketika menjamu Pelita Jaya, PKT Bontang dan PSIS Semarang. Jika dikalkulasi selama putaran I dan awal putaran dua ini, Arema sudah kehilangan 10 poin.

Untuk menutup defisit tiga poin kandang ini, maka manajemen mematok nilai sempurna saat tandang ke markas Sriwijaya FC, Minggu (8/2) dan PSMS Medan, Kamis (12/2).

"Kami berharap, para pemain mampu menunjukkan dedikasi dan loyalitasnya pada tim dengan bermain bagus, meningkatkan performanya baik mental maupun motivasinya, karena selama ini hak-hak pemain sudah dipenuhi manajemen, gaji maupun bonus," kata Taufan.

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Mercedes Sports Car. Powered by Blogger