JAKARTA, 31 Desember 2008
Pada tahun 2009, Indonesia memiliki kesempatan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Balap Sepeda Elite dan Yunior, 5-12 Agustus. Direncanakan, lomba ini akan menjadi seleksi bagi atlet untuk tampil di SEA Games Laos.
”Kejuaraan Asia menjadi sasaran antara. Target utamanya adalah SEA Games. Jadi, Kejuaraan Asia akan menjadi evaluasi dan seleksi bagi mereka yang berlatih di bawah PAL dan pelatnas KONI,” kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia Sofian Ruzian, Selasa (30/12) di Jakarta.
Saat ini 15 atlet telah terdaftar untuk berlatih di bawah Program Atlet Andalan (PAL) yang merupakan program Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Untuk pelatnas SEA Games yang akan diselenggarakan KONI mulai Februari, Sofian mengatakan, masih banyak atlet nasional di luar PAL yang bisa didaftarkan ke KONI. Namun, kuota untuk ini belum ditentukan.
Dikatakan Sofian, PB ISSI belum terkendala dengan program jelang SEA Games yang diselenggarakan KONI dan Tim PAL secara terpisah. Ini karena program latihan dan pemilihan atlet akan ditentukan oleh PB ISSI.
”Mungkin yang akan menjadi kendala adalah soal pelatih. Misalnya, jika atlet yang terpilih ke SEA Games berasal dari pelatnas KONI, sementara pelatihnya yang terdaftar di PAL, saya tidak tahu hal itu diperbolehkan atau tidak,” kata Sofian.
Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI Wahyudi Hidayat mengatakan, Indonesia akan menurunkan kekuatan penuh di Kejuaraan Asia nanti karena bertindak sebagai tuan rumah. Direncanakan, 12 atlet elite dan 12 atlet yunior akan mengikuti 8 nomor jalan raya dan 16 nomor trek.
Wahyudi mengatakan, untuk memilih 24 atlet tersebut, PB ISSI akan merekrut 30 atlet. ”Kami juga telah mengajukan proposal kepada KONI dan Mennegpora agar bisa menggelar latihan sentralisasi menjelang Kejuaraan Asia. Saya berharap mereka membantu PB ISSI, terutama terkait dana,” ujar Wahyudi.
Dijelaskan Wahyudi, atlet yang sudah berkategori atlet nasional idealnya memiliki program latihan sendiri. Akan tetapi, untuk menghadapi kejuaraan besar, seperti Kejuaraan Asia, diperlukan program latihan yang terpusat.
Wahyudi menyebut Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang bisa dijadikan pilihan untuk menggelar latihan nomor jalan raya. Adapun untuk nomor trek bisa diselenggarakan di Jakarta.
Untuk pelaksanaan Kejuaraan Asia, PB ISSI mengunggulkan Tenggarong, Kalimantan Timur, sebagai tuan rumah dengan pertimbangan memiliki velodrom baru yang pernah digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional, Juli lalu. Namun, menurut Sofian, keputusannya bergantung pada Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI) yang akan menilai tempat perlombaan. (IYA)
Selasa, 30 Desember 2008
Kejuaraan Asia Jadi Seleksi Atlet SEA Games
Diposting oleh denis di 23.45 0 komentar
Drogba: Aku Kehilangan Gairah Bermain
LONDON, 31-12-2008
Striker Chelsea, Didier Drogba, musim ini dia sempat mengalami situasi yang buruk. Dia mengaku kehilangan hasrat dan gairah bermain sepak bola di awal musim ini.
"Untuk beberapa minggu di musim panas lalu, kepalaku tak pernah memikirkan sepak bola. Aku benar-benar kehilangan semua hasrat. Aku merasa tak ingin lagi mendengar pembicaraan tentang target atau ambisi," aku pemain asal Pantai Gading tersebut, dalam wawancara dengan majalah France Football yang diterbitkan Selasa (30/12).
"Aku bahkan tak memiliki adrenalin dan tak bisa menikmati permainan. Aku merasa telah kehilangan banyak hal. Ini pertama kali dalam karierku, aku telah kehilangan gairah sepak bola. Aku seolah sudah hilang," tambahnya.
Drogba yang bergabung dengan Chelsea dari Marseille pada 2004 mengatakan, semua itu terjadi karena dia tergoncang atas kematian neneknya pada Juni 2008.
"Aku merasa seolah semua kenangan masa kecilku telah melayang jauh. Aku tiba-tiba merasa begitu cepat tua secara brutal," kata pemain berumur 30 tahun ini.
"Untuk waktu yang cukup lama, aku sangat serius terhadap sepak bola. Setelah cedera, aku tak merasa harus terburu-buru untuk sembuh dan tak merasa termotivasi," lanjutnya.
Karena cedera, Drogba absen di beberapa pertandingan awal musim ini. Setelah tampil kembali, dia mendapat hukuman tak boleh tampil dalam 3 pertandingan karena melempar koin ke suporter yang telah mengejeknya. Drogba mengatakan, "Masa absen memberi dampak yang baik kepadaku, termasuk saat terkena hukuman. Sekarang aku merasa kuat dan bersemangat lagi."
Dia juga bisa memaklumi, kenapa pelatih Luiz Felipe Scolari sering mencadangkan dirinya dan lebih suka memainkan Nicolas Anelka. Sebab, dia memang saat itu dalam kondisi yang tak terlalu prima secara fisik maupun psikis.
"Untuk sementara, aku hanya bisa diam. Ini bukan saja karena aku sudah di Chelsea 4 tahun sehingga punya hak untuk dimainkan sebagai starter. Selain itu, saat ini Chelsea sedang memiliki striker yang sedang bagus dan aku hanya bisa menunggu giliran dimainkan," jelasnya.
Yang dia maksud striker itu adalah Anelka. Striker asal Prancis itu memang tampil tajam saat ini dan sementara menjadi top skorer Premier League.
Ternyata, Scolari akhirnya memanfaatkan Anelka dan Drogba untuk diduetkan. Sehingga, Drogba pun bisa kembali mendapat tempat utama.
"Aku selalu menyatakan senang dengan kehadiran Anelka di Chelsea. Tapi, aku sering tak bisa memahami kenapa manajer sering takut memainkan dua striker. Anelka dan aku sangat berharap diduetkan. Benar-benar sebagai striker ganda, tidak salah satu harus lebih bermain ke samping," katanya.
Diposting oleh denis di 23.41 0 komentar
Senin, 22 Desember 2008
BWF Ubah Format Piala Thomas

KUALA LUMPUR, Minggu, 21 Desember 2008
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akan mengetatkan peraturan dan mengubah format putaran final kejuaraan bulu tangkis beregu Piala Thomas dan Piala Uber untuk mencegah peserta memilih lawan.
"Mulai Piala Thomas 2010, hanya dua tim terbaik dari tiap grup yang lolos ke babak berikutnya," kata Paisan Rangsikitpho dari BWF, Minggu (21/12). "Undian akan lebih adil buat semua peserta dan tidak akan yang dapat mengatur siapa lawan yang mereka ingin hadapi di babak kedua."
Dalam penyelenggaraan Piala Thomas 2008 di Jakarta, regu Korea Selatan menurunkan tim lemah di babak penyisihan grup untuk menghindari China di babak berikutnya. Mereka memainkan pemain tunggal di nomor ganda dan sebaliknya. Akibatnya Korea Selatan kalah 1-4 dari Malaysia dan Inggris di babak kualifikasi grup, namun justru akhirnya lolos ke babak final sebelum kalah dari China.
Menurut Paisan, tim yang memiliki hasil terbaik di kualifikasi grup akan menjadi unggulan di babak kedua dan mengabaikan peringkat dunia yang mereka miliki. Piala Thomas dan Uber 2010 tetap akan diselenggarakan di India, meski terjadi serangan teroris di Mumbai, bulan lalu.
"Keselamatan pemain menjadi yang utama. Bila ada kekhawatiran, kami akan mencari tempat pengganti. Namun saat ini, India tetap menjadi tuan rumah," kata Paisan.
Diposting oleh denis di 21.06 0 komentar
Indonesia Tanpa Gelar di Malaysia

^KOTA KINABALU, Minggu, 21 Desember 2008
Ganda puteri Vita Marissa/Liliyana Natsir gagal mempersembahkan gelar juara buat Indonesia di World Super Series Masters Final 2008.
Di final, Minggu (21/12) mereka ditaklukkan ganda Malaysia. Ganda Vita/Butet--panggilan Liliyana-- yang diunggulkan di tempat kedua menyerah dari unggulan pertama dari Malaysia Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Vita/Butet kalah 15-21 20-22 dalam 34 menit.
Dengan kekalahan ini, tim Indonesia samasekali gagal meraih gelar juara di turnamen akhir tahun yang berlangsung di Kota Kinabalu, Malaysia ini. Sebelumnya unggulan pertama sekaligus peringkat utama dunia ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir juga tumbang di final. Mereka dikalahkan ganda Denmark, Thomas Laybourn/Kamila Rytter Juhl 19-21 21-18 20-22.
Wakil-wakil Indonesia lainnya sudah tumbang di babak semifinal, yaitu juara Olimpiade, Markis Kido/Hendra Setiawan yang disingkirkan ganda Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Di tunggal putera, Sony Dwi Kuncoro dan Taufik Hidayat dikandaskan di semifinal oleh Peter Hoeg Gade (Denmark) dan Datuk Lee Chong Wei (Malasyia).
Malaysia akhirnya meraih tiga gelar juara melalui Chong Wei di tunggal putera, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (ganda puteri) serta ganda putera saat pasangan Koo Kien Keat/tan Boon Heong mengalahkan ganda Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae 21-18 21-14.
Denmark menang melalui Thomas Laybourn/Kamila Rytter Juhl di ganda campuran, sementara Hongkong menjuarai tunggal puteri saat Zhou Mi mengalahkan rekan senegara, wang Chen 21-14 21-18.
Diposting oleh denis di 21.03 0 komentar
Terburu-buru Menang, Nova/Liliyana Kalah Menyakitkan

*KOTA KINABALU*, Minggu, 21 Desember 2008
Buru-buru ingin menang setelah mencapai game point 20-17 pada set ketiga, ganda campuran Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir justru kalah dari pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, dengan skor 19-21, 21-18, 20-22.
Saat kedudukan 20-17 untuk Indonesia, Laybourn/Juhl yang bermain rileks justru sukses menyamakan skor menjadi 20-20, dan lalu menyudahi set ketiga dengan 22-20.
Pelatih ganda campuran, Wahyu Agung Setiawan yang mendampingi Nova/Liliyana menuturkan, permainan Nova/Liliyana memburuk dan memberikan lima poin berturut-turut kepada Denmark, karena ingin segera mengakhiri pertandingan.
Dengan demikian, Indonesia tinggal berharap satu gelar dari turnamen Yonex-Sunrise World Super Series Masters 2008, di GOR Likas, Kota Kinabalu, Malaysia, dari ganda putri Liliyana Natsir/Vita Marissa. Vita/Liliyana, Minggu (21/12) sore, akan menghadapi duet Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty.
Di babak semifinal, Sabtu (20/12), kedua pasangan unggulan ini menyisihkan lawan-lawan mereka. Nova/Butet mengalahkan ganda campuran Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg yang diunggulkan di tempat ketiga 23-21 21-17. Nova/Butet menang dalam 36 menit.
Sementara di semifinal, Laybourn/Juhl mengalahkan unggulan kelima dari Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam 21-17 22-20. Ganda Denmark ini menang dalam pertandingan yang relatif ketat dalam 37 menit.
Di babak final tunggal puteri unggulan pertama Zhou Mi mampu mengatasi rekan senegara, Wang Chen untuk meraih gelar juara. Zhou Mi mengalahkan unggulan ketiga tersebut 21-14 21-18 dalam 32 menit. Sementara di tunggal putera, andalan tuan rumah, Lee Chong Wei yang diunggulkan di tempat pertama tidak mengalami kesulitan mengatasi unggulan 4 asal Denmark, Peter Hoeg Gade. Chong Wei yang juga peringkat satu dunia ini menang 21-8 21-16 dalam 33 menit.
Diposting oleh denis di 20.59 0 komentar
Sabtu, 20 Desember 2008
Nova/Butet Hadapi Denmark di Final

*KOTA KINABALU* Sabtu, 20 Desember 2008
Unggulan pertama ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir, akan menghadapi unggulan kedua, Thomas Laybourn/Kamila Rytter Juhl, di final World Super Series Masters Final.
Di babak semifinal, Sabtu (20/12), kedua pasangan unggulan ini menyisihkan lawan-lawan mereka. Nova/Butet mengalahkan ganda campuran Inggris, Anthony Clark/Donna Kellogg yang diunggulkan di tempat ketiga 23-21 21-17. Nova/Butet menang dalam 36 menit.
Sementara Laybourn/Juhl mengalahkan unggulan kelima dari Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam 21-17 22-20. Ganda Denmark ini menang dalam pertandingan yang relatif ketat dalam 37 menit.
Dengan hasil ini, Indonesia menempatkan dua finalis dalam turnamen yang berlangsung di Kota Kinabalu, Malaysia, ini. Sebelumnya, ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir lolos ke final dengan mengalahkan rekan senegara, Jo Novita/Greysia Polii.
Diposting oleh denis di 19.52 0 komentar
Markis/Hendra Terjegal di Semifinal

*KOTA KINABALU* Sabtu, 20 Desember 2008
Ganda nomor satu dunia, Markis Kido/Hendra Setiawan, gagal melangkah ke final World Super Series Masters Final. Mereka terjegal di babak semifinal yang berlangsung Sabtu (20/12), setelah menyerah 20-22 21-15 16-21 dari ganda Korea Selatan Lee Yong Dae/Jung Jae Sung.
Dalam duel yang berlangsung 51 menit tersebut, Markis/Hendra kerab melakukan kesalahan sendiri. Di samping itu, pertahanan pasangan Korea yang menjadi unggulan ketiga tersebut juga sangat kokoh sehingga sulit ditembus.
Pada set pertama, Jung/Jae hampir selalu unggul. Namun Markis/Hendra bisa mengejar dan lebih dulu meraih match point dalam kedudukan 20-19. Sayang, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu gagal menyudahi set pertama, karena Jung/Lee justru memenanginya dengan 22-20.
Di set kedua, Markis/Hendra bangkit dan mereka dengan cepat memimpin. Pasangan kebanggaan Indonesia tersebut tak pernah terkejar sampai akhirnya menang dengan skor 21-15.
Namun di set ketiga yang menjadi penentuan, Markis/Hendra malah kendur. Permainan agresif dan penuh variasi yang diperlihatkan pada dua set sebelumnya tak kelihatan sehingga mereka kerab secara "gratis" memberikan poin kepada lawan.
Tak heran jika Jung/Lee tak terkejar sejak Markis/Hendra menyamakan skor 1-1. Saat tertinggal 14-19, Markis/Hendra sempat bangkit untuk menambah dua poin, yang merupakan raihan terakhir karena Jung/Lee yang sudah berada di atas angin kembali memungut dua poin untuk menang 21-16.
Di babak final yang berlangsung Minggu, Jung/Lee akan berhadapan dengan ganda Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Pasangan unggulan keenam tersebut menaklukkan rekan senegara mereka, Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan (unggulan 2), dengan 22-20 21-14.
Diposting oleh denis di 19.47 0 komentar
Minggu, 07 Desember 2008
Indonesia Ungguli Kamboja

*JAKARTA*
Indonesia sementara unggul 1-0 atas Kamboja pada pertandingan babak pertama Piala AFF Suzuki 2008 Grup A, di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/12).
Indonesia tampil langsung menyerang. Namun, Kamboja juga bermain terbuka dan sering melancarkan serangan-serangan balik. Pada menit ke-8, Kamboja malah punya peluang emas. Ini akibat kesalahan Charis Yulianto yang gagal mengontrol bola.
Sayangnya, Kouch Sokumpheak yang mengammbil bola dan tinggal berhadapan dengan Markus Horison, melakukan tendangan terlalu lemah. Markus pun dengan mudah menangkap bola.
Meski begitu, Indonesia tetap dominan dan lebih banyak melakukan serangan. Gol pun terjadi pada menit ke-15 melalui Budi Sudarsono.
Gol tersebut berawal dari tendangan bebas dari sektor kanan pertahanan Kamboja yang dilakukan Isnan Ali. Tendangan silangnya mampu dihalau pemain Kamboja. Namun, bola rebound mengarah ke Ponaryo Astaman yang langsung menendangnya ke arah gawang.
Bola membentur kaki pemain Kamboja dan bergulir ke arah Budi Sudarsono. Tanpa ampun, Budi pun menendangkan bola ke gawang dan gol.
Indonesia semakin mampu mendominasi permainan. Meski di babak pertama hanya mampu mencetak satu gol, namun Indonesia berpeluang menambah gol di babak kedua.
Minggu, 7/12/2008 | 20:11 WIB
Diposting oleh denis di 07.07 0 komentar
Budi Hat-trick, Indonesia ke Semifinal
*JAKARTA*
Indonesia berhasil menyusul Singapura ke semifinal Piala AFF Suzuki 2008, setelah menghajar Kamboja 4-0 pada pertandingan Grup A di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (7/12).
Pada pertandingan terakhir Grup A, Selasa (9/12), Indonesia akan berhadapan dengan Singapura. Partai itu akan menjadi penentu siapa yang bakal menjadi juara grup.
Budi Sudarsono menjadi bintang utama pada pertandingan lawan Kamboja. Dia mencetak hat-trick dengan gol pada menit ke-15, 54, dan 71. Satu gol lagi disumbangkan Bambang Pamungkas pada menit ke-77.
Indonesia tampil lebih tenang dan langsung menyerang. Namun, Kamboja juga bermain terbuka dan sering melancarkan serangan-serangan balik. Pada menit ke-8, Kamboja malah punya peluang emas. Ini akibat kesalahan Charis Yulianto yang gagal mengontrol bola.
Sayangnya, Kouch Sokumpheak yang mengammbil bola dan tinggal berhadapan dengan Markus Horison, melakukan tendangan terlalu lemah. Markus pun dengan mudah menangkap bola.
Meski begitu, Indonesia tetap dominan dan lebih banyak melakukan serangan. Gol pun terjadi pada menit ke-15 melalui Budi Sudarsono.
Gol tersebut berawal dari tendangan bebas dari sektor kanan pertahanan Kamboja yang dilakukan Isnan Ali. Tendangan silangnya mampu dihalau pemain Kamboja. Namun, bola rebound mengarah ke Ponaryo Astaman yang langsung menendangnya ke arah gawang.
Bola membentur kaki pemain Kamboja dan bergulir ke arah Budi Sudarsono. Tanpa ampun, Budi pun menendangkan bola ke gawang dan gol.
Memasuki babak kedua, Indonesia semakin dominan. Sebaliknya, Kamboja mulai kehilangan kepercayaan diri. Sehingga, tim Merah Putih pun makin leluasa menekan.
Budi Sudarsono menambah gol pada menit ke-54. Dia mendapat umpan jauh dari ismed Sofyan. Sekali kontrol, dia langsung melesakkan bola ke gawang Kamboja dengan kaki kirinya.
Ini semakin membuat Indonesia mampu mengontrol permainan dengan baik. Apalagi, Kamboja semakin frustrasi dan fisiknya mulai menurun.
Pada menit ke-71, Budi Sudarsono mencetak hat-trick. Sebuah penetrasi Firman Utina dari sisi kanan pertahanan Kamboja, gagal dihentikan. Dia pun dengan leluasa bisa mengirim umpan silang ke depan gawang. Budi yang tak terkawal, dengan baik menyundulnya dan membuahkan gol ketiga.
Hanya berselang enam menit kemudian, Bambang Pamungkas melengkapi kemenangan Indonesia. Lagi-lagi, Firman Utina memberi assist dengan baik. Dia menelusup ke sisi kanan pertahanan lawan, kemudian mengirim umpan silang ke depan gawang Kamboja. Bambang dengan mudah menanduk bola dan menaklukkan kiper pengganti, Ouk Mic.
Grup A
Singapura 2 2 0 0 8-1 6
Indonesia 2 2 0 0 7-0 6
Myanmar 2 0 0 2 1-6 0
Kamboja 2 0 0 2-0 9
Minggu, 7/12/2008 | 21:19 WIB
Diposting oleh denis di 07.05 0 komentar
Jumat, 05 Desember 2008
Hakkinen: Hamilton Bakal Jadi Pembalap Terbesar

*LONDON*
Performa Lewis Hamilton di ajang Formula 1 pada dua musim terakhir ini sangat mengagumkan. Setelah gagal menjadi jawara pada debutnya di balapan jet darat itu, Hamilton akhirnya mampu menyabet gelar juara pada musim 2008.
Ini yang membuat banyak kalangan menilai Hamilton masih terus bersinar pada musim-musim mendatang. Salah satu orang yang punya anggapan demikian adalah mantan juara dunia tahun 1998 dan 1999, Mika Hakkinen.
Pria asal Finlandia itu mengaku, Hamilton punya potensi yang sangat besar untuk menorehkan banyak rekor. Masih berusia 23 tahun dan punya gaya membalap yang agresif, memberikan peluang besar bagi Hamilton untuk menjadi pembalap terbesar.
Berbicara kepada suratkabar Inggris, The Times, Hakkinen mengakui bahwa meskipun Hamilton akan membuat beberapa kesalahan, namun musim 2009 bisa menjadi miliknya lagi.
"Kalian memiliki pembalap yang hebat. Lewis sangat berbakat dan lebih dari itu, dia adalah pria yang hebat dengan kepribadian yang hebat pula," ungkap Hakkinen yang juga merupakan mantan pembalap McLaren-Mercedes itu.
"Dia akan menjadi model dan panutan yang hebat bagi anak-anak di seluruh dunia. Saya tak terlalu yakin kalian akan mendapatkan seorang yang lebih baik dari dia," tambah Hakkinen yang mengakui, Hamilton membalap sangat cepat sehingga kerab melakukan kesalahan.
"Tapi gaya membalap seperti itu membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Percayalah kepadaku, dia adalah pembalap yang hebat. Usianya masih muda dan dia bergabung dengan tim yang hebat pula, sehingga saya pikir dia bakal jadi pembalap terbesar," jelasnya.
Hakkinen menjadi tamu kehormatan pada acara peluncuran Laureus MotorV6, Rabu (3/12) waktu setempat, di Milton Keynes. Motor sport itu didukung oleh Laureus Sport untuk Good Foundation.
Kamis, 4 Desember 2008 | 23:23 WIB
Diposting oleh denis di 00.30 0 komentar
Sony dan Markis Janji Tampil Maksimal

*JAKARTA*
Tunggal putra nomor satu Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, dan ganda putra nomor satu dunia, Markis Kido, menyatakan optimismenya untuk meraih hasil maksimal. Meskipun sempat terganggu cedera kaki, mereka mengaku bisa tampil sebaik mungkin di Final Super Series yang akan digelar di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, 18-21 Desember.
"Sudah lama sembuh, latihan juga sudah normal kembali," ujar Sony, Selasa (2/12).
Sony yang menjuarai Indonesia, Jepang dan China Masters Super Series, terakhir kali tampil di turnamen Perancis Super Series. Waktu itu cedera hamstring kanannya kambuh, yang membuat dia tersingkir di putaran kedua.
Agar kondisinya bisa pulih 100 persen, Sony memilih untuk absen di berbagai turnamen. Tak heran jika namanya tenggelam menjelang akhir tahun ini.
Sony tidak memperkuat klubnya, Suryanaga Gudang Garam, dalam kejurnas beregu pada pertengahan bulan ini. Kemudian, dia melewatkan turnamen China dan Hongkong Super Series.
"Sekarang sedang fokus latihan untuk menjaga kestabilan fisik dan teknik untuk persiapan Finas Super Series," kata Sony yang rutin berlatih di pelatnas Cipayung, meski seluruh pemain sudah dikembalikan ke Pengda masing-masing.
Tentang lawan terberat yang akan dihadapi, pemain peringkat empat dunia tersebut mengaku tidak memikirkannya. Dia lebih fokus pada persiapannya sendiri.
"Yang penting saya bermain tetap konsisten melawan siapa saja. Semuanya dipersiapkan di dalam latihan, antara fisik dan teknis harus seimbang," katanya.
Usai bermain di Kinabalu, Sony akan terbang ke Denmark untuk ambil bagian dalam kejuaraan invitasi Copenhagen Masters pada 27-29 Desember.
Hal senada diungkapkan Kido yang sedang dalam pemulihan cedera lutut kirinya yang kambuh saat bermain di Hongkong Super Series pekan lalu. "Setiap hari terapi pijit," kata Kido yang akan mulai berlatih kembali, Rabu (3/12).
Bersama pasangannya, Hendra Setiawan, Kido berharap dapat kembali ke jalur kemenangan. Pasangan nomor satu dunia ini baru memenangi tiga gelar beruntun, sebelum tersingkir di Hongkong.
Kido yang bersama Hendra sudah memenangi lima gelar tahun ini termasuk juara Olimpiade Beijing, cedera saat bermain di Indonesia Super Series Juni lalu. Cedera itu kambuh lagi saat bertanding di perempat final Hongkong, Jumat (28/11), lalu yang membuat mereka kalah dari ganda Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Selain Sony dan Kido/Hendra, pebulutangkis Indonesia yang lolos ke turnamen yang menyediakan total hadiah 500 ribu dolar AS (sekitar Rp 6,108 miliar) itu adalah Taufik Hidayat, ganda putri Vita Marissa/Liliyana Natsir, dan ganda campuran peringkat satu dunia, Nova Widianto/Liliyana Natsir.
Selasa, 2 Desember 2008 | 17:54 WIB
Diposting oleh denis di 00.27 0 komentar
Indonesia Dapat Lima Tempat di Final Super Series

*JAKARTA*
Indonesia mendapat lima tempat di Final Super Series yang diselenggarakan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), yakni dua tunggal putra, serta masing-masing satu ganda putra, ganda putri dan campuran. Hanya nomor tunggal putri yang tidak menyertakan wakilnya.
Menurut laporan BWF, Selasa (2/12), pebulutangkis Indonesia yang akan berkompetisi dalam turnamen tutup tahun itu adalah Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Markis Kido/Hendra Setiawan, Vita Marissa/Liliyana Natsir dan Nova Widianto/Liliyana Natsir.
Dalam Final Super Series yang akan digelar di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia pada 18-21 Desember, China mempunyai paling banyak wakil. Negeri tirai bambu itu memastikan sembilan tempat.
Hanya pada ganda putra China diwakili satu pasangan. Sedangkan pada empat nomor lainnya, mereka menempatkan masing-masing dua wakil.
Dalam turnamen yang menggunakan sistem round robin dengan dua grup yang masing-masing terdiri empat pemain/pasangan itu, setiap negara peserta hanya boleh diwakili maksimal dua pemain/pasangan pada setiap nomor yang dipertandingkan. Dua pemain terbaik pada setiap grup maju ke semifinal.
Kendati tidak mengikuti beberapa turnamen Super Series, juara Olimpiade dan juara dunia saat ini, Lin Dan, lolos ke turnamen Final tersebut. Padahal, dia hanya mengikuti lima dari 12 Super Series tahun ini--sedangkan setiap pemain wajib ikut minimal delapan pertandingan Super Series.
Pada tunggal putra, Chen Jin yang menempati peringkat dua ranking Super Series, dan Lin Dan, akan memikul harapan China. Mereka bakal menghadapi antara lain Peter Gade dari Denmark dan peringkat satu dunia dari Malaysia, Lee Chong Wei.
Selain itu, Taufik juga tak bisa dianggap enteng. Peringkat tujuh dunia tersebut dinilai mampu mengalahkan pemain top manapun, ketika dia berada dalam performa terbaiknya.
Sementara itu ganda campuran peringkat satu dunia, Nova/Lilyana, diperkirakan akan menghadapi tantangan berat dari juara Olimpiade asal Korea, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, dan dua pasangan China, He Hanbin/Yu Yang serta Xie Zhongbo/Zhang Yawen.
Denmark menjadi negara yang mempunyai wakil terbanyak kedua dengan tujuh tempat di Final. Selain Peter dan Joachim Persson pada tunggal putra, Denmark juga diwakili oleh Tine Rasmussen (tunggal putri), Lars Paaske/Jonas Rasmussen dan Mathias Boe/Carsten Mogensen (ganda putra), Kamilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristensen (ganda putri) dan Thomas Laybourn/Kamilla (ganda campuran).
Federasi nasional diberi waktu hingga Jumat (5/12) untuk memastikan kehadiran para pemain. Realokasi pemain, jika diperlukan, akan dilaksanakan pada Sabtu (6/12) dan para pemain yang dipastikan hadir akan dipublikasikan pada Senin (8/12).
- Pemain yang sudah lolos ke Final Super Series:
Tunggal putra: Lee Chong Wei (Malaysia), Chen Jin (China), Sony Dwi Kuncoro (Indonesia), Joachim Persson (Denmark), Peter Gade (Denmark), Lin Dan (China), Taufik Hidayat (Indonesia), Chan Yan Kit (Hong Kong)
Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia), Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Tazari (Malaysia), Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark), Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korea), Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark), Candra Wijaya/Tony Gunawan (Indonesia/AS), Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia), Fu Haifeng/Cai Yun (China).
Tunggal putri: Zhou Mi (Hongkong), Tine Rasmussen (Denmark), Wang Chen (Hongkong), Zhu Lin (China), Lu Lan (China), Pi Hongyan (Prancis), Xu Huaiwen (Jerman), Hwang Hye Youn (Korea).
Ganda putri: Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (Malaysia), Du Jing/Yu Yang (China), Lilyana Natsir/Vita Marissa (Indonesia), Zhao Yunlei/Cheng Shu (China), Lena Frier Kristiansen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark), Ha Jung Eun/Kim Kin Jung (Korea), Maeda Miyuki/Suetsuna Satoko (Jepang), Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung (Korea).
Ganda campuran: Nova Widianto/Lilyana Natsir (Indonesia), He Hanbin/Yu Yang (China), Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark), Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea), Anthony Clark/Donna Kellogg (Inggris), Xie Zhongbo/Zhang Yawen (China), Robert Blair/Imogen Bankier (Inggris/Skotlandia), Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (Thailand).
Selasa, 2 Desember 2008 | 17:29 WIB
Diposting oleh denis di 00.24 0 komentar


