NEW DELHI- Setelah mengantar Lewis Hamilton menjadi juara dunia F1 paling muda, tim McLaren-Mercedes melakukan ekspansi. Mereka tampil sebagai partner teknik tim Force India untuk jangka lima tahun.
Kerja sama teknik Force India dengan McLaren diumumkan di New Delhi, India, Senin (10/11). Dengan kontrak itu, Force India bakal mendapat pasokan mesin Mercedes, plus sistem hidrolik dan gearbox, serta sistem pemulihan energi kinetik (KERS). Sebelum ini, Force India mendapat pasokan mesin dari Ferrari.
Bagi McLaren, ini bukan kerja sama biasa yang hanya berorientasi pada keuntungan komersial jangka pendek. Kerja sama dengan Force India bisa membuat tim McLaren semakin kuat.
Sebagai partner teknik, McLaren bisa mengakses data teknik hasil uji coba yang dilakukan Force India. McLaren sama saja memiliki dua tim, empat mobil, dan jarak tempuh uji coba dua kali lebih jauh ketimbang sebelum menjadi pemasok Force India. Data berlimpah semacam ini sangat berguna dalam evaluasi dan pengembangan teknik.
Sebaliknya, bagi Force India, kerja sama dengan McLaren jelas sangat menguntungkan. Force India yang dimiliki orang kaya raya asal India, Vijay Mallya, tak perlu bersusah payah membangun infrastruktur. Mallya cukup mengeluarkan uang dan keunggulan teknik pun didapatnya.
Bukti bahwa kerja sama McLaren dan Force India bukan kerja sama yang biasa-biasa terlihat dari masuknya mantan Direktur Operasi Balap McLaren, Simon Roberts, ke jajaran petinggi Force India. Roberts kini menjabat sebagai CEO Force India.
CEO tim McLaren, Martin Whitmarsh, menyatakan, kerja sama dengan Force India tidak akan mengganggu konsentrasi McLaren berburu gelar juara dunia pada masa-masa mendatang.
Ia menegaskan, kalau tidak memberi keuntungan dalam sisi komersial dan pengembangan tim, kerja sama dengan Force India tidak bakal diwujudkan.



0 komentar:
Posting Komentar