Kamis, 03 Oktober 2013

Arema Indonesia Juara Piala Menpora 2013

29 September 2013 , Usai sudah kejuaraan Piala Menpora 2013, turnamen yang diikuti oleh delapan tim yang terdiri dari lima tim asal Indonesia dan tiga tim negara lain ini menemukan Arema Indonesia sebagai juara.



Arema yang juga tuan rumah ajang ini berada di grup B yang dihuni oleh Persepam Madura United, Mitra Kukar dan Loyola Meralco Sparks (Filipinna). Arema yang akhirnya keluar sebagai juara grup B berjumpa dengan wakil asal Australia, Central Coast Mariners (CCM), di final.

CCM yang hanya mengikut sertakan 12 pemain pada laga pamungkas mereka berhadapan dengan Arema, harus mengakui kehebatan sang tuan rumah yang didukung penuh oleh Aremania.

Gol pertama Arema Indonesia dicetak melalui titik putih, Keith Kayamba Gumbs yang menjadi eksekutor dengan tenang mengecoh penjaga gawang CCM, Justin Pasfield, di menit ke-42 Arema unggul 1-0.

CCM tak butuh lama untuk tertinggal dari Arema, pada menit ke-45, pemain gaek CCM, Marcos Flores, mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Arema setelah sepak pojok CCM, akhirnya gol Flores menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Babak kedua yang berlangsung lebih sengit menghasilkan beberapa peluang, tak pelak kedua tim bermain lebih agresif dan berjibaku menjaga pertahanan mereka. CCM akhirnya harus dihukum kembali melalui titik putih, Keith Gumbs yang kembali menjadi eksekutor dengan tenang memastikan gol kemenangan bagi Arema di menit ke-55.

Skor 2-1 bagi Singo Edan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tim tamu sempat melakukan beberapa aksi protes tanda tak puas dengan kinerja wasit. Laga pun sempat dihentikan karena asap dari suporter yang tak kuasa menahan kegembiraan ketika Arema unggul dari Central Coast Mariners.

Arema Indonesia keluar sebagai juara Piala Menpora 2013, yang mana kejuaraan ini adalah pertama kalinya digelar.

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia

Tim nasional sepak bola U-19 Indonesia adalah tim nasional sepak bola yang berisikan para pemain di bawah usia 19 tahun, yang mewakili Indonesia pada sepak bola internasional. Tim ini berada di bawah kendali Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Pada Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam melalui adu penalti.








Kesuksesan timnas Indonesia U-19 meraih Piala AFF U-19 mendapat perhatian dari banyak pihak. Rata-rata mereka berharap agar penggawa Garuda Jaya terus meningkatkan kemampuan dan selalu kompak di dalam dan luar lapangan.

Tak ketinggalan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo juga memiliki harapan yang sama. Roy Suryo meminta agar para pemain dijaga dari gangguan eksternal maupun internal serta tetap fokus di jalur olahraga dan terus latihan alih-alih menjadi bintang iklan.

Berikut empat proteksi yang diperlukan untuk menjaga Evan Dimas dkk tetap pada jalur prestasi di masa-masa mendatang seperti  




Masalah lain yang harus ditepis agar tidak mengganggu timnas Garuda Muda adalah kegiatan non-football. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media.

Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.??

'Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,' tukas La Nyalla.

Hal ini dikatakan Menpora Roy Suryo Notodiprodo. Dia mengatakan, prestasi timnas Garuda Jaya merupakan keberhasilan rakyat Indonesia. Dia berharap agar prestasi itu terus dikembangkan jika tidak ada gangguan dari dalam maupun luar pengurus PSSI yang dapat merusak jalannya pembinaan sepak bola Indonesia.
Dia juga meminta agar PSSI menjaga soliditas tim dari gangguan internal ataupun eksternal. Sebab, Menpora akan terus mengawal PSSI dengan baik karena Menpora tidak masuk urusan teknis memilih pemain.

Pesan lain yang disampaikan Menpora Roy Suryo adalah agar tim ini menjaga kekompakan dan tidak diganggu kepentingan iklan. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan.
Dia juga meminta PSSI agar mengupayakan timnas U-19 ini tetap solid. 'Baru 2 tahun saja sudah begini, ketika Vietnam itu 6 tahun sejak U-14. Ini U-19. Jangan nanti usia 23 diubah lagi sehingga tidak kompak,' terangnya.

Sebagai menpora, dia berjanji akan mengawasi perkembangan timnas usia anak-anak dan remaja. 'Saya mencoba untuk ikut mengawasi mulai dari usia 12, yang kemarin berangkat ke London, usia 14 ke Swedia. Usia 16 yang sayangnya kalah,' terangnya.  


Terakhir, Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.
'Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,' katanya.

Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. 'Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,' kata Roy menegaskan.





Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Mercedes Sports Car. Powered by Blogger