Selasa, 26 Mei 2009

Maldini Sesalkan Ulah Para Pemrotes

MILAN, 25/5/2009




Kapten AC Milan, Paolo Maldini, kecewa dengan sebagian penonton yang memprotesnya saat duel lawan AS Roma, Minggu (24/5). Sekelompok suporter menganggapnya tidak lebih baik dari legenda Milan, Franco Baresi.

Dalam duel semalam, Maldini dkk tak kuasa menahan perlawanan Francesco Totti dkk di San Siro. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Milan dipaksa menyaksikan gol-gol John Arne Riise, Jeremy Menez, dan Totti. Milan bisa mencetak dua gol lewat Massimo Ambrosini, tetapi tuan rumah tetap kalah 2-3. "I Rossoneri" masih berjuang lawan Fiorentina untuk memperebutkan tempat ketiga, posisi yang menjanjikan tiket otomatis ke fase grup Liga Champions musim depan.

Atas penampilan buruk Milan di pertandingan itu, sekelompok kecil suporter memprotes para pemain. Beberapa penonton di tribun selatan membentangkan spanduk bertuliskan, "Satu-satunya kapten: Franco Baresi." Ini merupakan satu bentuk penolakan terhadap peran Maldini sebagai il capitano di San Siro.

“Saya bangga tidak menjadi salah satu dari mereka," kata Maldini, yang mengambil alih ban kapten dari Baresi pada 1997.

Selain protes kecil itu, sejumlah aksi protes juga ditunjukkan Milanisti. Mereka menuntut klub agar bijaksana dalam membeli pemain musim depan. Maldini sendiri tidak mau berkomentar seusai duel tersebut dan hanya memberikan pernyataan pada satu media perihal ulah penonton itu. AFP bahkan sempat mengabadikan fotonya saat mengacungkan jari tengah ke arah penonton yang memprotesnya.

PSIS Benar-benar Terpuruk

SEMARANG, 25/5/2009

PSIS Semarang semakin terpuruk di posisi juru kunci klasemen setelah kalah 1-2 dari Persik Kediri dalam lanjutan kompetisi Djarum Liga Super Indonesia di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/5). Kekalahan ini membuat PSIS yang sudah pasti terdegradasi benar-benar memiliki rekor kekalahan yang "fantastis" karena dari 31 kali bermain, mereka 19 kali kalah.

Kekalahan PSIS disebabkan dua gol Persik yang diciptakan Saktiawan Sinaga pada menit ke-23 lewat tendangan keras dan Legimin Raharjo pada menit ke-53 melalui penalti. Gol satu-satunya PSIS disarangkan Feri Ariawan pada menit ke-28.

Tim "Mahesa Jenar" sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui penalti Julius Onambele Basile pada menit ke-83, tetapi tendangannya melebar ke samping kanan gawang. Penalti diberikan wasit Indra Kardiyana kepada PSIS setelah Feri Ariawan dijatuhkan Legimin di kotak terlarang.

Kepemimpinan wasit Indra Kardiyana sempat dikecam pendukung PSIS karena penalti yang diberikan kepada kubu Persik akibat handball pemain PSIS dinilai kontroversial karena bola tidak mengenai satu pun pemain.

Meskipun kalah, PSIS mendominasi pertandingan tersebut dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, masih dapat digagalkan penjaga gawang Wahyudi yang bermain gemilang.

Pelatih Persik Kediri Aji Santoso cukup senang dengan perolehan poin penuh yang berhasil dibawa timnya. "Dengan kemenangan ini, semoga bisa mencapai hasil yang maksimal di akhir kompetisi," ucapnya.

Meskipun timnya kalah, pelatih PSIS Ahmad Muhariyah mengaku puas dengan permainan yang ditampilkan para pemain asuhannya. "Anak-anak bermain bagus, kepercayaan diri mereka meningkat dalam pertandingan ini," ujarnya.

Jumat, 15 Mei 2009

Victoria Beckham Jadi Top Model?

LANGKAH Victoria Beckham untuk menggeluti dunia modeling semakin mantap. Setelah mengikuti jejak suaminya berkampanye iklan produk lingerie Emporio Armani, mantan Posh Spice ini disebut-sebut akan menjadi top model berikutnya.

Dengan bentuk tubuh yang kecil, wanita 35 tahun ini dapat memeragakan busana ukuran apa pun. Karenanya, wanita yang akrab disapa Vic ini menarik perhatian dewan juri dalam fashion show yang diadakan di Jerman, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut Vic didaulat menjadi juri istimewa didampingi Heidi Klum sebagai pemandu acaranya. Begitu informasi yang dikutip Femalefirst.




Posh yang memiliki payudara kecil tampak sempurna menjadi model. Apalagi ibu tiga anak ini memiliki badan yang hampir sama dengan Tyra Banks dan Janice Dickinson. Meski begitu, ia tidak sepopular mereka yang telah lama menjadi supermodel dunia.

Meski dinilai dapat menjadi top model sejajar supermodel dunia lainnya, namun wanita yang selalu menjadi ikon fesyen itu tak ingin mengambil lahan bisnis orang.

"Tak berarti aku mengikuti langkah mereka. Aku juga tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun," pungkasnya


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Mercedes Sports Car. Powered by Blogger