Selasa, 11 November 2014

Bulu Tangkis Cabang Tersukses di Asian Games 2014

30 September 2014, Cabang bulu tangkis sejauh ini menempatkan diri sebagai cabang tersukses bagi Indonesia di pentas Asian Games 2014 dengan membawa empat medali berupa dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua emas itu dipersembahkan oleh :
1. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari 
2. Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. 

Satu medali perak disumbangkan oleh :
1. pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir
 
Satu medali perunggu di nomor ganda campuran :
1. pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto
 


 Hendra menilai keberhasilan di Asian Games 2014 itu merupakan buah dari persiapan yang matang. "Selain itu, kekompakan tim juga sangat terasa di tim kami. Kami semua saling membantu dan saling dukung,” kata dia.

Greysia menyebut keberhasilan dia dan Nitya yang semula tak ditarget emas adalah buah dari tekad keras. “Kami bersyukur atas medali emas Asian Games ini. Kemenangan ini membuktikan bahwa jika mau berusaha tak ada yang tak mungkin," kata dia. "Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dan kepercayaan kepada kami. Terima kasih pula untuk keluarga, pelatih, dan PBSI.

Kamis, 03 Oktober 2013

Arema Indonesia Juara Piala Menpora 2013

29 September 2013 , Usai sudah kejuaraan Piala Menpora 2013, turnamen yang diikuti oleh delapan tim yang terdiri dari lima tim asal Indonesia dan tiga tim negara lain ini menemukan Arema Indonesia sebagai juara.



Arema yang juga tuan rumah ajang ini berada di grup B yang dihuni oleh Persepam Madura United, Mitra Kukar dan Loyola Meralco Sparks (Filipinna). Arema yang akhirnya keluar sebagai juara grup B berjumpa dengan wakil asal Australia, Central Coast Mariners (CCM), di final.

CCM yang hanya mengikut sertakan 12 pemain pada laga pamungkas mereka berhadapan dengan Arema, harus mengakui kehebatan sang tuan rumah yang didukung penuh oleh Aremania.

Gol pertama Arema Indonesia dicetak melalui titik putih, Keith Kayamba Gumbs yang menjadi eksekutor dengan tenang mengecoh penjaga gawang CCM, Justin Pasfield, di menit ke-42 Arema unggul 1-0.

CCM tak butuh lama untuk tertinggal dari Arema, pada menit ke-45, pemain gaek CCM, Marcos Flores, mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Arema setelah sepak pojok CCM, akhirnya gol Flores menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Babak kedua yang berlangsung lebih sengit menghasilkan beberapa peluang, tak pelak kedua tim bermain lebih agresif dan berjibaku menjaga pertahanan mereka. CCM akhirnya harus dihukum kembali melalui titik putih, Keith Gumbs yang kembali menjadi eksekutor dengan tenang memastikan gol kemenangan bagi Arema di menit ke-55.

Skor 2-1 bagi Singo Edan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tim tamu sempat melakukan beberapa aksi protes tanda tak puas dengan kinerja wasit. Laga pun sempat dihentikan karena asap dari suporter yang tak kuasa menahan kegembiraan ketika Arema unggul dari Central Coast Mariners.

Arema Indonesia keluar sebagai juara Piala Menpora 2013, yang mana kejuaraan ini adalah pertama kalinya digelar.

Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia

Tim nasional sepak bola U-19 Indonesia adalah tim nasional sepak bola yang berisikan para pemain di bawah usia 19 tahun, yang mewakili Indonesia pada sepak bola internasional. Tim ini berada di bawah kendali Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Pada Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Vietnam melalui adu penalti.








Kesuksesan timnas Indonesia U-19 meraih Piala AFF U-19 mendapat perhatian dari banyak pihak. Rata-rata mereka berharap agar penggawa Garuda Jaya terus meningkatkan kemampuan dan selalu kompak di dalam dan luar lapangan.

Tak ketinggalan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo juga memiliki harapan yang sama. Roy Suryo meminta agar para pemain dijaga dari gangguan eksternal maupun internal serta tetap fokus di jalur olahraga dan terus latihan alih-alih menjadi bintang iklan.

Berikut empat proteksi yang diperlukan untuk menjaga Evan Dimas dkk tetap pada jalur prestasi di masa-masa mendatang seperti  




Masalah lain yang harus ditepis agar tidak mengganggu timnas Garuda Muda adalah kegiatan non-football. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti. Proteksi itu diperlukan agar timnas Garuda Jaya tidak mengalami over ekspos media.

Dia meminta agar pemain tidak dibawa ke mana-mana, di luar lapangan rumput. Sebab menurut dia hal itu masih terlalu dini. Misalnya ada beberapa program TV meminta anak-anak hadir di studio.??

'Masak anak-anak mau diboyong ke sana kemari, dari studio TV satu ke studio TV yang lain. Tampil di acara hiburan dan entertainment. Bisa-bisa malah merusak mental anak-anak. Mereka masih harus fokus. Masa depannya masih panjang,' tukas La Nyalla.

Hal ini dikatakan Menpora Roy Suryo Notodiprodo. Dia mengatakan, prestasi timnas Garuda Jaya merupakan keberhasilan rakyat Indonesia. Dia berharap agar prestasi itu terus dikembangkan jika tidak ada gangguan dari dalam maupun luar pengurus PSSI yang dapat merusak jalannya pembinaan sepak bola Indonesia.
Dia juga meminta agar PSSI menjaga soliditas tim dari gangguan internal ataupun eksternal. Sebab, Menpora akan terus mengawal PSSI dengan baik karena Menpora tidak masuk urusan teknis memilih pemain.

Pesan lain yang disampaikan Menpora Roy Suryo adalah agar tim ini menjaga kekompakan dan tidak diganggu kepentingan iklan. Dia beralasan, tim ini masih akan terus jalan. Gangguan-gangguan iklan itu akan mengakibatkan ketidakkompakan.
Dia juga meminta PSSI agar mengupayakan timnas U-19 ini tetap solid. 'Baru 2 tahun saja sudah begini, ketika Vietnam itu 6 tahun sejak U-14. Ini U-19. Jangan nanti usia 23 diubah lagi sehingga tidak kompak,' terangnya.

Sebagai menpora, dia berjanji akan mengawasi perkembangan timnas usia anak-anak dan remaja. 'Saya mencoba untuk ikut mengawasi mulai dari usia 12, yang kemarin berangkat ke London, usia 14 ke Swedia. Usia 16 yang sayangnya kalah,' terangnya.  


Terakhir, Menpora Roy Suryo juga meminta agar timnas U-19 yang sukses menjadi juara Piala AFF U-19 dijaga dari gangguan internal dan eksternal. Menurut dia sukses timnas adalah perjalanan panjang. Sukses ini bukan merupakan keberhasilan individu tetapi kerja sama seluruh tim.
'Menurut saya, secara internal, jangan sampai di antara mereka timbul ada penonjolan sehingga ada friksi di antara mereka. Semalam yang saya lihat tokoh yang kemudian diangkat dan ditonjolkan ada Ilham. Saya sudah bicara langsung tadi pagi, saya pesankan, kebetulan saja yang jadi penentu. Tapi ini adalah kerja tim,' katanya.

Akibatnya, kata dia, kapten timnas, Evan Dimas yang biasanya menjadi pahlawan, semalam agak sedih karena tidak beruntung mengeksekusi penalti. 'Nah itu jangan menjadi soal. Kalau itu diangkat bisa jadi masalah, karena ini kerja tim,' kata Roy menegaskan.




Selasa, 26 Mei 2009

Maldini Sesalkan Ulah Para Pemrotes

MILAN, 25/5/2009




Kapten AC Milan, Paolo Maldini, kecewa dengan sebagian penonton yang memprotesnya saat duel lawan AS Roma, Minggu (24/5). Sekelompok suporter menganggapnya tidak lebih baik dari legenda Milan, Franco Baresi.

Dalam duel semalam, Maldini dkk tak kuasa menahan perlawanan Francesco Totti dkk di San Siro. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Milan dipaksa menyaksikan gol-gol John Arne Riise, Jeremy Menez, dan Totti. Milan bisa mencetak dua gol lewat Massimo Ambrosini, tetapi tuan rumah tetap kalah 2-3. "I Rossoneri" masih berjuang lawan Fiorentina untuk memperebutkan tempat ketiga, posisi yang menjanjikan tiket otomatis ke fase grup Liga Champions musim depan.

Atas penampilan buruk Milan di pertandingan itu, sekelompok kecil suporter memprotes para pemain. Beberapa penonton di tribun selatan membentangkan spanduk bertuliskan, "Satu-satunya kapten: Franco Baresi." Ini merupakan satu bentuk penolakan terhadap peran Maldini sebagai il capitano di San Siro.

“Saya bangga tidak menjadi salah satu dari mereka," kata Maldini, yang mengambil alih ban kapten dari Baresi pada 1997.

Selain protes kecil itu, sejumlah aksi protes juga ditunjukkan Milanisti. Mereka menuntut klub agar bijaksana dalam membeli pemain musim depan. Maldini sendiri tidak mau berkomentar seusai duel tersebut dan hanya memberikan pernyataan pada satu media perihal ulah penonton itu. AFP bahkan sempat mengabadikan fotonya saat mengacungkan jari tengah ke arah penonton yang memprotesnya.

PSIS Benar-benar Terpuruk

SEMARANG, 25/5/2009

PSIS Semarang semakin terpuruk di posisi juru kunci klasemen setelah kalah 1-2 dari Persik Kediri dalam lanjutan kompetisi Djarum Liga Super Indonesia di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/5). Kekalahan ini membuat PSIS yang sudah pasti terdegradasi benar-benar memiliki rekor kekalahan yang "fantastis" karena dari 31 kali bermain, mereka 19 kali kalah.

Kekalahan PSIS disebabkan dua gol Persik yang diciptakan Saktiawan Sinaga pada menit ke-23 lewat tendangan keras dan Legimin Raharjo pada menit ke-53 melalui penalti. Gol satu-satunya PSIS disarangkan Feri Ariawan pada menit ke-28.

Tim "Mahesa Jenar" sempat memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan melalui penalti Julius Onambele Basile pada menit ke-83, tetapi tendangannya melebar ke samping kanan gawang. Penalti diberikan wasit Indra Kardiyana kepada PSIS setelah Feri Ariawan dijatuhkan Legimin di kotak terlarang.

Kepemimpinan wasit Indra Kardiyana sempat dikecam pendukung PSIS karena penalti yang diberikan kepada kubu Persik akibat handball pemain PSIS dinilai kontroversial karena bola tidak mengenai satu pun pemain.

Meskipun kalah, PSIS mendominasi pertandingan tersebut dan menciptakan lebih banyak peluang. Namun, masih dapat digagalkan penjaga gawang Wahyudi yang bermain gemilang.

Pelatih Persik Kediri Aji Santoso cukup senang dengan perolehan poin penuh yang berhasil dibawa timnya. "Dengan kemenangan ini, semoga bisa mencapai hasil yang maksimal di akhir kompetisi," ucapnya.

Meskipun timnya kalah, pelatih PSIS Ahmad Muhariyah mengaku puas dengan permainan yang ditampilkan para pemain asuhannya. "Anak-anak bermain bagus, kepercayaan diri mereka meningkat dalam pertandingan ini," ujarnya.

Jumat, 15 Mei 2009

Victoria Beckham Jadi Top Model?

LANGKAH Victoria Beckham untuk menggeluti dunia modeling semakin mantap. Setelah mengikuti jejak suaminya berkampanye iklan produk lingerie Emporio Armani, mantan Posh Spice ini disebut-sebut akan menjadi top model berikutnya.

Dengan bentuk tubuh yang kecil, wanita 35 tahun ini dapat memeragakan busana ukuran apa pun. Karenanya, wanita yang akrab disapa Vic ini menarik perhatian dewan juri dalam fashion show yang diadakan di Jerman, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut Vic didaulat menjadi juri istimewa didampingi Heidi Klum sebagai pemandu acaranya. Begitu informasi yang dikutip Femalefirst.




Posh yang memiliki payudara kecil tampak sempurna menjadi model. Apalagi ibu tiga anak ini memiliki badan yang hampir sama dengan Tyra Banks dan Janice Dickinson. Meski begitu, ia tidak sepopular mereka yang telah lama menjadi supermodel dunia.

Meski dinilai dapat menjadi top model sejajar supermodel dunia lainnya, namun wanita yang selalu menjadi ikon fesyen itu tak ingin mengambil lahan bisnis orang.

"Tak berarti aku mengikuti langkah mereka. Aku juga tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun," pungkasnya

Kamis, 02 April 2009

Bryan Robson Puji Pemain Indonesia

Kamis, 2 April 2009

JAKARTA, Mantan pemain Manchester United, Bryan Robson, sempat memuji para pemain sepak bola di Indonesia sebagai pemain yang memiliki keterampilan dan teknik cukup baik.

"Saya melihat pemain Indonesia memiliki keterampilan dan teknik yang cukup tinggi," kata Robson yang hadir di Jakarta, Selasa (31/3), bertindak selaku Global Ambassador Manchester United.



Namun, Robson yang lahir 11 Januari 1957 ini tak banyak tahu soal kiprah tim nasional Indonesia ketika menjadi tuan rumah Piala Asia pada 2007 lampau. Ia menyesal belum pernah melihat Timnas Indonesia mampu lolos ke semifinal atau berada di empat besar Asia.

"Saya pernah melihat tim Indonesia ketika bertanding di Piala Asia. Tapi saya belum pernah melihat tim ini mencapai semifinal," kata pemain yang berposisi di tengah lapangan ini. Robson sendiri dikenal dengan sebutan "Robbo" atau "Captain Marvel".

Hal itu dikatakan Robson ketika ditanya seberapa jauh ia mengetahui tentang Timnas Indonesia yang akan menjadi lawan tanding klub raksasa Inggris itu dalam pertandingan persahabatan di Indonesia pada Juli mendatang.

Robson yang hadir di Jakarta didampingi Direktur Marketing dan Direktur Komunikasi MU, Richard Arnold dan Phill Thompson, bersama pihak sponsor diwakili Presdir Hutchison CP Communication Manjot Mann dan Chief Commercial Officer Suresh Reddy. Pihak MU sendiri memastikan akan tampil dengan tim utama melawan timnas sepak bola Indonesia.

Bryan Robson adalah mantan pemain Manchester United pada 1981-1994. Tercatat total ia bermain bagi klub "Setan Merah" itu sebanyak 345 kali dalam kariernya serta mencetak 74 gol. Ia sempat bersama MU menjuarai FA Cup selama tiga musim (1983, 1985, dan 1990). Bryan Robson juga memecahkan rekor transfer sebesar 1,5 juta pounds saat ditransfer dari West Bromwich Albion tahun 1981.


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Supported by Mercedes Sports Car. Powered by Blogger